Polusi Udara di Bali Turun Drastis, Berkat Hari Nyepi

oleh -4.386 views
Ritual Melasti untuk menyucikan alam agar Hari Raya Nyepi dapat berjalan hening serta damai. (Foto; Sonny Tumbelaka)
Bagikan:

Denpasar – Menurut catatan dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) , udara Kota Denpasar, Bali, yang biasanya panas, kini jauh lebih segar. Meski setelah Nyepi, udara di Kota Denpasar masih terbilang bersih. Kepala Bidang Data dan Informasi BMKG Wilayah III Denpasar, Imam Faturahman, mengamini kondisi udara tersebut,

“Memang terlihat saat Nyepi, ada perbedaan yang cukup signifikan. Ada penurunan jumlah polusi dibandin sebelum dan sesudah Nyepi. Sangat terlihat udara sangat bersih ketika Hari Raya Nyepi karena tidak ada aktivitas kendaraan pribadi maupun umum,” ujar Imam, Senin (15/3).

Sebetulnya, BMKG telah menghentikan pengukuran polusi udara di Bali sejak 2018 silam. Akan tetapi, tingkat penurunan polusi tersebut diprediksi masih sama pada 2017 lalu. Terutama di beberapa daerah seperti, Kabupaten Jembrana, untuk polusi debu turun 37 persen, Bedugul, Kabupaten Tabanan turun 36 persen dan di Kabupaten Karangasem turun 32 persen.

Adapun untuk Ibu Kota Provinsi Bali, Denpasar, karbon dioksida turun 24 persen dan karbon monoksida turun 92 persen, Kemudian, untuk daerah Karangasem karbon dioksida turun 85 persen dan karbon monoksida turun 94 persen. Sementara itu, untuk Kabupaten Jembrana, karbon monoksida turun 75 persen.

“Kami menyamakan data dan hasilnya sama. Adapun, untuk balai sendiri penyumbang atau kontributor polusi udara itu dari aktivitas manusia. Mulai dari kendaraan bermotor hingga kendaraan umum. Namun perlu dicatata, di sini pabrik tak begitu banyak  seperti di daerah kawasan industri, seperti di Karawang dan Kabupaten Bekasi,” tuturnya.

Ia menilai, tingkat polisi udara di Bali tak begitu signifikan dibandingkan provinsi lain. Hal ini karena Bali merupakan salah satu pusat pariwisata alam terbesar di Indonesia.

READ  Miris! Ketersediaan Tempat Tidur Pasien Covid-19 di DKI Jakarta Makin Menipis

“Untuk wilayah di Provinsi Bali, lebih ramah lingkungan. Ini dikarenakan, industrinya lebih ke arah pariwisata dan tak ada aktivitas pabrik atau industri yang banyak menghasilkan polusi. Namun, yang mendominasi di Bali, kebanyakan dari kendaraan bermotor, kemacetan dan lain-lain,” pungkasnya.

(FWI/IJS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *