Mahfud Sebut Dugaan Korupsi Dana Otsus Papua, Sudah Masuk Penyelidikan

oleh -4.347 views
Menko Polhukam Mahfud MD sebut tak ada persoalan dalam UU ITE (Foto; Istimewa)
Menko Polhukam Mahfud MD sebut tak ada persoalan dalam UU ITE (Foto; Istimewa)
Bagikan:

Jakarta – Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD menuturkan, dugaan korupsi dana otonomi khusus (Papua) telah dimasukkan dalam tahap penyelidikan.

“Mengenai kasus dugaan korupsi di Papua, itu masih berjalan hingga saat ini. Sekarang masuh tahap penyelidikan lebih lanjut,” ujar Mahfud usai menyambangi kantor Kejaksaan Agung (Kejagung), Jakarta, Senin (15/3/2021).

Mahfud menjelaskan, pihaknya telah memberikan tugas ke masing-masing aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus ini. Pihak yang telah diberikan tugas dia antaranya, Kejagung, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dan Polri.

“Kami telah membagi tugas untuk KPK, Kejagung, maupun Kepolisian. Kami telah memberikan daftar berdasarkan informasi-informasi yang telah masuk ke kami. Untuk persoalan di Papua akan tetap dijalankan, penegakan hukum akan terus berlanjut,” katanya.

Sebelumnya, Mantan Ketua MK itu telah menerima laporan mengenai dugaan kasus korupsi dana Otsus dari Forum Kepala Daerah se-Tanah Tabi dan Sairei (FORKADA) Papua. Hal tersebut juga disampaikan Badan Intelijen dan Keamanan (Baintelkam) Polri dalam Rapat Pimpinan (Rapim) Polri tahun 2021 pada Februari lalu.

Menurut hasil penelurusan lebih lanjut, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) memeriksa, adanya pemborosan dan ketidakefektifan dalam penggunaan anggaran. Tak hanya itu, ada upaya penggelembungan harga dalam pengadaan sejumlah fasilitas umum dan sosial di wilayah Papua.

“Kami menemukan pembayaran fiktif dalam pembangunan PLTA sebesar Rp9,67 miliar. Tak hanya itu, ada juga penyelewengan dana sebesar lebih dari Rp1,8 triliun,” ujar Karoanalis Baintelkam Polri Brigjen Achmad Kartiko dalam keterangannya di kanal Youtube Tribrata TV, Rabu (17/2/2021).

(FWI/IJS)

READ  Maaher Meninggal, Novel Baswedan: Kalau Sakit Kenapa Dipaksa Ditahan?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *