Afirmasi Industri 4.0, Kemenparekraf Genjot SDM Ekraf

oleh -6.097 views
Bagikan:

DENPASAR – Untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman, di mana saat ini dunia telah memasuki era industri 4.0, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) mendorong peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) ekonomi kreatif (ekraf).

Salah satu langkah yang ditempuh melalui Pelatihan SDM Ekonomi Kreatif Champion/Unggulan, Adhikarya : Menjadikan Tenun dan Batik Bali sebagai Sebuah Fesyen, yang diselenggarakan di Hotel Mercure, Sanur Selatan, Bali pada Rabu s.d kamis, 23 s.d 24 Juni 2021.

Deputi Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf/Baparekraf, Wisnu Bawa Tarunajaya berharap melalui pelatihan ini para peseeta dapat mengembangkan kapasitas dirinya agar menghasilkan produk sebagaimana dibutuhkan oleh pasar. “Kami berharap nantinya mereka dapat berinovasi dan berkolaborasi dalam rangka pengembangan produk dari sisi suply yang diinginkan oleh konsumen,” harap Wisnu saat membuka acara secara daring.

Menurut Wisnu, ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan pelaku ekonomi kreatif agar produk mereka dapat menarik minat konsumen. Pertama, kata dia, dalam konteks penyajian, warna dan kemasan harus betul-betul diperhatikan dengan baik. “Artinya, bagaimana secara fisik harus menarik agar disukai konsumen,” ujar Wisnu.

Kedua, suasana atau atmosfer juga harus diperhatikan dengan baik. Dengan kata lain, bagaimana mereka menciptakan suasana para konsumen untuk mengunjungi agar menarik dengan suasana yang nyaman.

Ketiga, proses penyajian oleh karyawan juga harus bisa menarik minat konsumen. “Keempat, harus dimodifikasi berdaya tarik khas daerah. Dan terakhir, harga, desain model yang berbeda dan tak diproduksi monoton,” ujar dia.

Koordinator Edukasi II Direktorat PSDM Ekonomi Kreatif Kemenparekraf/Baparekraf, Jemmy Alexander menerangkan, ada empat tujuan dari kegiatan ini. Pertama adalah go unggul. “Artinya, SDM ekonomi kreatif harus berkompetisi dalam hal skill, knowledge dan attitude sebagai bekal kreasi dan inovasi,” tutur Jemmy.

READ  Kaya Kisah Budaya, Kemenparekraf Perkuat SDM Writerpreneur di Belitung

Kedua yaitu go kolaborasi yang artinya dalam hal ini mengolaborasikan dua subsektor penting. Ketiga, Jemmy menilai harus go digital yang artinya karya dipromosikan secara digital dan terakhir go global yang artinya karya sesuai tren global. “Kami ingin karya SDM ekonomi kreatif kita mendunia. Maka, empat hal komponen penting ini tak boleh diabaikan dan harus menjadi pedoman,” kata dia.

Dijelaskannya, kegiatan pelatihan ini berlangsung selama dua hari dengan pola blanded. Ia berharap para peserta dapat menghasilkan sebuah produk yang memiliki inovasi tinggi dan memenuhi kebutuhan pasar dunia.

“Untuk peserta berjumlah 50 orang terdiri dari beberapa pelaku komunitas pengrajin batik dan kriya. Sebelum kegiatan seluruh peserta mematuhi protokol kesehatan dengan menjalani SWAB Antigen terlebih dahulu,” tutur dia.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, I Putu Astawa memaparkan, Bali memiliki sembilan jenis kain tenun yang sudah dikoleksi oleh desiner Cristian Dior untuk dijadikan produk fashion, sehingga banyak konsumen yang memburu.

“Belajar dari pengalaman para desainer, kita harus mencari hal-hal baru mulai dari hulu, tengah dan hilir. Hulu adalah bagaimana kita mengembangkan dari bahan baku awal yang diinisiasi dengan teknik pewarnaan. Sementara tengah yaitu melindungi¬† HAKI agar tidak diklaim oleh orang atau negara lain dan hilir yakni bagaimana para pelaku ekonomi kreatif dapat menjual produksinya dengan mengkostum secara unik dengan sasaran kaum netizen milenial,” papar dia.

Terakhir, Astawa menilai semua pihak harus saling berinteraksi dan saling berkolaborasi agar dapat mewujudkan peningkatan kapasitas UMKM. Kegiatan diisi oleh pemateri berkompeten yakni Khariyah Sari yang membawakan materi “Tradisional untuk Selera Global, Rahayu Sulistyowati dengan materi “Transformasi Motif dari Tradisi ke Trend Melalui Produk Adhikarya” dan Mohammad Riza Radyanto dengan materi “Ekraf Go Digital”.(*)

READ  Cegah Covid-19, Enam Kabupaten di Jateng Tutup Semua Destinasi Wisata

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *